Filed under: Uncategorized
Customized adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa perawatan mobil.
Perusahaan ini di dirikan pada tanggal 8 Agustus 2008 yang berlokasi di Kemang dengan luas 1000 m.
Perusahaan customized di dirikan dengan tujuan meringankan pekerja kantoran agar lebih praktis untuk mencuci mobil dan sebagai tempat yang strategis untuk berkumpul bagi pemuda/pemudi para penggila mobil pada waktu senggangnya.
Tesar sebagai direktur utama yang bertugas membuat perencanaan operasional untuk tahun-tahun kedepan. Rifda sebagai manager yang bertugas melaksanakan perencanaan operasional yang sudah di buat oleh direktur utama langsung di lapangan. Aisyah sebagai bagian keuangan bertugas untuk mengurus pengeluaran dan pemasukan.
Perusahaan customized ini memiliki 55 karyawan, 10 karyawan bekerja di cafe, 16 karyawan bekerja di bagian vacuum dan cuci, 14 orang bekerja di bagian perbengkelan, 2 orang di bagian cashier, 5 orang di bagian cleaning service dan 5 orang di bagian keamanan.
Kami menetapkan tarif Rp 20.000 untuk satu kali cuci mobil dan Rp 40.000 untuk cuci+vacum.Kami juga memberikan discount bagi para konsumen yang menggunakan jasa vacum+cuci dengan gratis voucher makan seharga Rp 15.000 di costumize cafe, dengan jangka waktu sampai akhir tahun dan voucher gratis 1 kali cuci apabila telah mencuci mobil sebenyak 3 kali, untuk discount yang satu ini tidak ada batas waktunya.
Keunggulan customized car wash ini adalah dengan teknik cuci mobil elektrik dan terdapat cafe untuk menunggu atau sekedar untuk berkumpul saat perawatan maupun saat modifikasi mobil. Juga terdapat free hot spot, kami juga menjual aksesoris mobil dan yang paling menarik adalah konsumen bisa bermain games pada saat sedang di cuci mobilnya karena di kanan dan kiri tempat mencucinya terdapat layar untuk bermain games dari wii dan kita bisa mengkontrol dari dalam mobil, jadi kami akan memberikan remot atau alat yang bisa di pakai untuk bermain games walaupun dari dalam mobil.
Resiko yang mungkin terjadi dalam bisnis car wash ini adalah perseteruan antara club-club mobil yang bertemu dan resiko yang kedua yaitu adanya pencurian dan cara mengetasinya adalah perusahaan kami memiliki pengamanan yang ketat. Modal awal usaha customized car wash ini sebesar 2 miliyar rupiah (didapat dari mana???) dan diperkirakan modal akan kembali dalam jangka waktu 1 tahun.
GAJI:
Direktur utama: Rp40.000.000,-/bulan
Manager: Rp15.000.000,-/bulan
Bendahara: Rp7.000.000,-/bulan
Karyawan bengkel: Rp2.000.000,-/bulan
Cashier: Rp1.000.000,-/bulan
CS: Rp500.000,-/bulan
Karyawan Café: Rp700.000,-/bulan
Karyawan vacuum + cuci: Rp1.500.000,-/bulan
Bagian keamanan: Rp 2.000.000,-/bulan
Perkiraan konsumen yang datang dalam seminggu:
Sumber pendapatan utama:
Cuci: 400 mobil atau lebih.
Cuci+vacum: 300 mobil atau lebih
Sumber pendapatan lain:
- Bengkel
- Café
- Modif mobil
Target Penghasilan Mingguan :
Penghasilan cuci dalam seminggu: 500xRp20.000= Rp10.000.000
Penghasilan cuci+vacum dalam seminggu: 350xRp40.000= Rp14.000.000
Penghasilan modif dan reaparasi mobil dalam seminggu: Rp200.000.000
Penghasilan bengkel dalam seminggu: Rp200.000.000
Penghasilan café dalam seminggu: Rp100.000.000
Filed under: Uncategorized
Dreams are…
Dreams are the images, sounds, thoughts and feelings experienced while sleeping, particularly strongly associated with rapid eye movement sleep. The contents and biological purposes of dreams are not fully understood, though they have been a topic of speculation and interest throughout recorded history. The scientific study of dreams is known as oneirology.
Problems are…
1. How does dream work?
2. What are dream factors?
3. When does dream happen?
4. in which part of brain does dream happen?
The hypotheses are…
1. dissociated from conscious self and draws material from sensory memory for simulation, with sensory feedback resulting in hallucination. By simulating the sensory signals to drive the autonomous nerves, dream can effect mind-body interaction. In the brain and spine, the autonomous “repair nerves”, which can expand the blood vessels, connect with pain and compression nerves
2. some of dream factors are
· effect of “our mind recorded”
· Body metabolism.
· Smells “if smell has strong effect to your emotion when you’re awake, so it also has strong effect when you sleep” said Boris Stuck.
3. Dream is a communication between our body, mind and soul. Actually, we are dreaming every time eventhough when we are in conscious condition, but it proceeds in unconscious condition. So when we are awake, we don’t feel we were dreaming.
4. It happens inside cortex which is in pons. pons is located in the brain stem.
.
Filed under: Uncategorized
Senin, 13 oktober 2008
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur Ramadhan dan Idul Fitri yang cukup panjang. Kurang lebih 3 minggu. Hari pertama tidak banyak kegiatan yang dilakukan. Kami level 9, 10 dan 11 pergi bertandang ke rumah masing-masing anak untuk mempererat tali silaturrahim dengan saling bermaaf-maafan dengan sanak keluarganya. Kegiatan ini juga dilakukan oleh level lainnya.
Sebelum berangkat, kami berkumpul terlebih dahulu di rumah kak Riza. Kak Syami dan kak Mira menjelaskan kegiatan hari ini dan kegiatan yang akan dilakukan untuk hari Rabu. Kegiatan hari Rabu adalah halal bihalal untuk seluruh murid TechnoNatura dan mentornya. Maka diputuskan untuk menentukan ketua acara atau PIC. Kemudian kami semua sepakat memilih Sarah dari level 10 sebagai ketua acaranya. Setelah menentukan ketua acara dibentuklah kelompok yang bertanggung jawab atas kesiapan dan kelancaran acara. Kelompok terbagi menjadi empat, yaitu kelompok games dan tuker kado, kelompok pentas seni, kelompok makanan atau konsumsi dan kelompok perlengkapan. Yang bertanggung jawab dalam kelompok games adalah Eko dan dibantu oleh Adib, Aisyah dan Rifda. Yang bertanggung jawab dalam kelompok pentas seni adalah Syafiq dibantu Tesar. Lalu, yang bertanggung jawab dalam kelompok makanan yaitu Thifal dibantu dengan Iffah. Yang terakhir, yang bertanggung jawab dalam kelompok perlengkapan acara adalah Ayyas dibantu Rafi dan Irfan. Namun keduanya tidak hadir. Setelah kelompok-kelompok tersebut terbentuk kemudian Thifal, Iffah, Aisyah, dan Rifda mengundi siapa yang akan membawakan acara nanti. Kami pun gambreng, dan keluarlah Thifal dan Iffah sebagai pembawa acara.
Setelah PIC dan pembawa acara terpilih juga kelompok yang bertanggung jawab dalam acara hari Rabu nanti terbentuk kami pun mulai berkunjung ke rumah pertama untuk bermaaf-maafan. Kunjungan pertama kami adalah rumahku yang tidak jauh dari rumah kak Riza. Setelah dari rumahku, kami melanjutkan ke rumah Iffah dari level 11. Rupanya saat kami datang ada pula level 2 yang juga berkunjung. Seperti biasa kami bermaaf-maafan dan berbincang sambil menikmati suguhan. Setelah dari rumah Iffah, kami semua menuju rumah Tania. Ibunya Tania memberikan kita jamuan makan siang di sana. Kami begitu senang. Cukup lama kami berkunjung di rumah Tania. Kami sangat berterima kasih atas jamuannya. Setelah dari rumah Tania, kami melanjutkan ke rumah Ayyas yang tak jauh dari perumahan Griya Tugu Asri. Namun perjalanan cukup melelahkan karena cuaca yang terik. Kami tidak begitu lama bertandang ke rumahnya. Kemudian kami berpindah ke rumah Syafiq. Rumahnya terletak di komplek timah bersebelahan dengan masjid Baitul Qur’an. kami cukup lama menunggu di sana. Kira-kira sampai pukul 14.30. Setelah bertandang ke rumah Syafiq kami langsung menuju tujuan terakhir yaitu rumah Sarah yang tak jauh dari rumah Syafiq. Kunjungan kami ke rumahnya tidak begitu lama karena waktu yang sudah semakin sore.
Selasa, 14 Oktober 2008
Hari selasa ini seharusnya kami mengunjungi rumah Aisyah, Tesar dan Eko. Namun waktu tidak memungkinkan kami untuk pergi karena kami sama sekali belum mempersiapkan untuk acara hari Rabu. Maka kegiatan kami hanya mematangkan persiapan untuk acara hari Rabu besok. Setiap kelompok berkumpul dan merundingkan apa yang akan dibutuhkan besok. Ketua acara dibantu Kak Mira membuat susunan acara. Aku, yang termasuk dalam kelompok games mencari games yang cocok. Akhirnya kami memutuskan untuk membawakan games seven boom dan kuda bisik. Kelompok makanan memutuskan untuk tidak menyediakan makanan tetapi menyarankan apabila ada yang ingin membawa makanan untuk dibagi-bagi dipersilahkan.
Rabu, 15 Oktober 2008
Pagi ini semua murid TechnoNatura akan menuju Universitas Indonesia (UI) untuk mengikuti acara halal bihalal. Setelah mengaji di masjid, mereka yang level rendah mulai menuju UI. Namun beberapa anak dari level 8, 9, 10 dan 11 terlambat untuk sampai di tempat karena harus menunggu mobil yang akan mengantar ke lokasi. Akhirnya kami sampai juga. Suasananya begitu nyaman. Semua murid duduk beralas tikar, membentuk formasi setengah lingkaran. Di belakang kami terdapat danau yang cukup besar. Angin bertiup cukup kencang. Namun kami menyukainya. Kak Ari yang saat itu sedang membawakan acara, langsung mengalihkannya ke Thifal dan Iffah, pembawa acara yang sebenarnya.
Thifal dan Iffah memulai acara dengan sebuah Ice breaking. Setelah itu, kami semua bermain permainan seven boom. Yang laki-laki membuat lingkaran besar, begitu pula yang perempuan. Permainan ini tidak berlangsung lama, karena permainan ini mengharuskan pemain untuk berpikir. Jadi mereka kurang menikmati permainan ini. Maka permainan dihentikan. Kak syami mengusulkan permainan lain yang mungkin lebih bersemangat. Yaitu permainan tarzan, nenek sihir dan singa. Dan ternyata permainan itu berhasil membuat mereka bersemangat. Sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan waktu makan siang dan sholat zuhur. Seluruh anak putra dan sebagian anak putri langsung menuju masjid untuk sholat zuhur, namun sebagian lagi memilih untuk makan siang terlebih dulu. Setelah istirahat makan dan sholat berakhir, kami kembali memulai acara. Acara selanjutnya adalah tukar kado. Aku sebagai orang yang bertugas dalam acara tukar kado, cukup kebingungan karena sempat terjadi masalah.
Namun akhirnya acara ini berlangsung lancar. Semua merasa senang saat memegang kadonya masing-masing, apalagi saat diperintahkan untuk membukanya bersama-sama. Acara tukar kado adalah acara terakhir dari seluruh acara yang telah kami lewati. Kemudian acara ditutup oleh kesan dan pesan dari ketua acara.
Nah, berikut ini adalah laporan selama liburan ramadhan dan lebaran.
RAMADHAN
Sebenarnya tidak banyak yang dapat diceritakan selama liburan Ramadhan ini. Karena hal-hal yang aku lakukan adalah hal biasa yang terjadi secara rutin. Seperti tilawah qur’an, apalagi dalam 10 hari terakhir. Aku sangat mengejar ketinggalanku. Jadi bisa dibilang 10 hari terkhir ramadhan ramadhan kali ini kurang lebih diisi dengan tilawah. Dan aku tidak banyak berpergian pada saat itu. Tarawih pun aku lakukan di rumah. Kegiatan yang aku lakukan secara rutin kurang lebih seperti ini. Bangun sahur, lalu tilawah menunggu adzan subuh. Kemudian sholat subuh, tilawah lagi. Lalu sekitar pukul delapan pagi atau terkadang pukul sepuluh, aku tertidur. Kemudian aku mandi dan sholat zuhur, lalu tilawah lagi. dan seterusnya.. J
Acara yang aku hadiri pada 10 hari terakhir adalah buka puasa bersama alumni sd. Aku sangat senang bisa bertemu lagi dengan teman-teman lama, terutama yang bersekolah di pesantren. Acara bertempat di kediaman pak walikota depok, yang masih berada di perumahan Griya Tugu Asri tak jauh dari rumahku. Acara dibawakan oleh temanku, ia sangat piawai membawakan acara. Setelah acara dibuka, terdapat sambutan dari guru kami yang hadir pertama. Yaitu ibu Fathonah. Tak lama kemudian pak TB datang. Lalu kami mempersilahkannya untuk memberikan sambutan. Waktu sudah mendekati waktu berbuka, ibu walikota memberikan kultum pada kami. Namun kami yang sudah lama tidak bertemu cukup mengecewakan beliau dengan gurauan-gurauan dan obrolan-obrolan kami yang tidak menghargainya. Kami sangat menyesal atas sikap kami.
Akhirnya azan Maghrib berkumandang. Dengan sigap kami mengoper minuman-minuman pembuka, kami pun berbuka. Kemudian kami sholat Maghrib berjamaah setelah itu makan. Setelah makan acara ditutup. Beberapa langsung pulang, namun kebanyakan masih ingin melepas kangen karena tidak bertemu dalam waktu yang cukup lama.
Mungkin hanya itu yang dapat dijelaskan saat kegiatan ramadhan.
LEBARAN
Aku dan keluargaku, menunaikan sholat Id di masjid Darusalam, Griya Tugu Asri. Setelah sholat Id aku kembali ke rumah lalu bermaaf-maafan dengan keluargaku. Tak lama setelah itu kami berangkat menuju rumah nenek dari ibuku. rumahnya terletak di daerah depok 1. Jalanan tidak terlalu ramai. Sampai di sana aku bermaaf-maafan dengan sanak keluarga dan menyantap hidangan khas Idul Fitri, yaitu ketupat sayur. Aku makan dengan lahap karena perutku belum sempat terisi. Setelah menyantap makanan, kami bermain bersama sambil menunggu saudara yang belum datang. Aku sangat menunggunya karena tanteku baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki. Maka, saat ia datang aku langsung mengerubunginya dan mengelus-elusnya. Setelah puas bertemu, kami beranjak lagi menuju rumah nenek dari ayahku.
Tidak seperti yang kami perkirakan, ternyata daerah Lenteng Agung begitu padat. Kami terjebak dalam kemacetan yang memakan waktu cukup lama. Kurang lebih satu jam setengah kami terjebak, padahal seharusnya dari depok menuju cipinang hanya memakan waktu satu jam.
Setelah satu setengah jam yang cukup membosankan, akhirnya mobil kami dapat keluar dari kemacetan. Kami sampai di rumah nenek kurang lebih pukul setengah satu. Perutku sudah terasa lapar lagi. sesampainya di sana kami bermaaf-maafan, lalu aku ditawarkan makan siang. Siang itu aku lebih memilih makan laksa betawi karena aku sudah makan ketupat sayur dan mungkin saja akan makan ketupat lagi di suatu tempat nanti. Setelah makan aku sholat zuhur, kemudian bermain dengan saudara-saudaraku.
Seharian ini aku di rumah nenek, namun hari ini ternyata bukanlah hari yang cukup menyenangkan karena aku terserang sakit kepala yang semakin lama semakin membuatku menderita sehingga aku tidak dapat beranjak dari tempat tidur. Saat sore hari sakitnya semakin menjadi-menjadi. Aku benar-benar tidak bisa bangun, namun aku paksakan karena aku belum sholat ashar. Malamnya aku mendapatkan pijatan yang cukup meringankan sakitku dan membuatku tertidur. Saat terbangun sakitku benar-benar berkurang walaupun masih terasa sedikit. Ketika malam sudah semakin larut, aku dan keluargaku pulang ke rumah.
Hari ke 2 lebaran, jadwalnya tidak terlalu padat. Kami berangkat agak siang. kami sekeluarga pergi mengunjungi rumah buyutku, atau bisa di bilang neneknya ibuku. Sesampainya di sana kami disambut. Dan seperti biasa, sesampainya kami bersalam-salaman meminta maaf. Kemudian kami dijamu makan siang. Ternyata menunya sudah bukan ketupat sayur. Dalam hati aku senang, karena aku tidak begitu suka ketupat. Kami dijamu dengan sup iga, sambal goreng kentang, rendang dan lain-lain. Makanannya sangat lezat rasanya. Setelah kenyang, seperti biasa kami berbincang-bincang. Tidak begitu lama kami bekujung di sana, lalu kami berkunjung ke rumah saudara yang lain lagi.
Kami sampai di sana kira-kira pukul setengah delapan malam. Di sinilah tempat yang paling ramai oleh saudara-saudaraku. Tentunya saudara yang berbeda lagi. Rumahnya beraksen jawa, dengan hamparan rumput di teras belakang yang dipayungi oleh tenda putih. Sesampainya di sana kami langsung disambut dengan salam-salaman meminta maaf. Aku berjalan menyusuri seluruh bagian ruangan dan meminta maaf dengan saudara-saudaraku. Setelah itu aku menuju teras dan mengambil semangkuk bakso kuah sebagai makan malam dan mengambil es buah dengan soda yang menyegarkan. Tak lama setelah aku makan, ada beberapa saudara yang berpamitan pulang. Setelah sebagian banyak saudara pulang, kami pun ikut berpamitan pulang karena malam sudah cukup larut.
Esoknya, aku tidak berpergian ke manapun. Setelah cukup lelah berpergian selama dua hari berturut-turut dan pulang larut, hari ini aku beristirahat di rumah.
Pada hari sabtunya, aku dan kakakku menemani ibuku menjalani persiapan melahirkan di RS Hermina depok. Aku dan kakakku menunggu ibuku menjalani seluruh pemeriksaan. Dan akhirnya berakhir juga. Kami pun pulang kembali ke rumah. Hari minggunya kami mempersiapkan semua yang akan di bawa ke rumah sakit. Malam ini ibuku sudah harus mulai menginap di sana karena proses persalinan akan dilaksanakan pada pukul tujuh pagi. Malamnya ibu dan ayahku berangkat ke rumah sakit. Aku, kakakku, dan ketiga adikku tidur di rumah ditemani oleh nenek, om dan tanteku.
Pagi pun tiba, kami segera bersiap-siap menuju rumah sakit. Setelah semua siap, kami berangkat. Sesampainya di rumah sakit ibuku sudah masuk ke dalam ruang oprasi. Persalinan dilakukan dengan proses Caesar. Kami tidak perlu lama, pada pukul delapan dikabarkan adikku yang ke empat telah lahir. Kemudian, ayahku mengadzani adiku. Setelah ia keluar dari ruangan, ia memperlihatkan kepada kami bagaimana rupa adikku. Ternyata ayahku sempat mengambil foto adikku itu. Adikku laki-laki yang terlahir dengan berat 3,9 kg dengan panjang 51 cm dan berkulit putih. Ia kami beri nama Muhammad Milhan Abdurrahman. Kami semua sangat bahagia atas kelahiran adik kami. J mohon maaf lahir batin!
Filed under: Uncategorized
BAKSOS M.I. TECHNONATURA
Minggu ini adalah minggu sosial yang ditunggu, karena sudah sekian minggu kami belajar tanpa diselingi minggu sosial. Rencana awal minggu sosial kali ini adalah outbound dengan memanfaatkan peralatan keamanan yang telah kami buat di minggu rekayasa. Namun rencana tersebut dibatalkan dan diganti dengan mengadakan acara bakti sosial untuk korban kebakaran di daerah Kramat Jati. Tema sosial kali ini adalah leadership atau kepemimpinan. Dalam tema ini kami dituntut untuk bisa menjadi pemimpin baik terhadap orang lain maupun diri sendiri.
SENIN, 24 November 2008
Pagi hari setelah mengaji di masjid, kami berkumpul di rumah Kak Riza. Lalu kami diberitahu bahwa telah terjadi kebakaran di daerah Kramat Jati yang memakan korban cukup banyak. Kami cukup terkejut dan merasa kasihan mendengar berita tersebut. Maka setelah dirundingkan, minggu sosial kali ini adalah mengadakan acara bakti sosial untuk membantu para korban kebakaran. Kami level 7, 8, 9, 10 dan 11 berkumpul di saung untuk membicarakan kegiatan yang akan dilakukan. Setelah Kak Syami bicara panjang lebar tentang apa yang akan kita lakukan minggu ini, kini saatnya menentukan ketua acara yang biasa kami sebut PIC (Person In Charge). Kami diberi kesempatan untuk mengajukan diri apabila bersedia mengetuai acara ini. Namun, cukup lama menunggu dan berdiskusi tidak ada yang berani mengajukan diri. Keadaan hening, berharap ada salah seorang dari kami yang menulis namanya di papan tulis tanda ia bersedia menjadi PIC. Akhirnya Rafi dari level 9 dengan berani menulis namanya di papan tulis dan ia bersedia memimpin dan bertanggung jawab dalam acara ini.
Tak lama setelah ia menulis namanya, Amir dari level 8 juga menuliskan namanya tanda ia juga bersedia menjadi PIC bersama Rafi. Lalu Tania dari level 10 akhirnya bersedia bersama Rafi dan Amir menjadi seorang PIC. Kami pun memberikan applause kepada mereka bertiga yang berani mengemban tanggung jawab menjadi seorang ketua.
Setelah PIC terpilih, kemudian kami memberikan usulan-usulan mengenai apa saja yang akan kami kumpulkan untuk diberikan kepada korban kebakaran. Dan setelah semua usulan dipertimbangkan, kami memutuskan untuk memberi mereka makanan, peralatan mandi, dan pakaian layak pakai. Lalu dibentuklah kelompok-kelompok yang akan bertanggung jawab mengurusi bantuan-bantuan tersebut. Aku termasuk dalam kelompok yang bertanggung jawab atas sumbangan-sumbangan pakaian. Dengan ketua Syafiq, dan anggotanya Eko, Badi, Fatih, Ana, Tasya, Ica, Ena, Dwi dan Rifda. Juga dibentuk kelompok dana usaha yang bertanggung jawab dalam pengumpulan dana dan pengurus dana.
Kemudian setiap kelompok berkumpul dan mendiskusikan tugasnya masing-masing. Namun, ada beberapa yang berangkat menuju lokasi kebakaran untuk survey. Aku salah satu yang ikut dalam kelompok survey tersebut. Kami ditugaskan untuk melihat keadaan dan mencatat beberapa data yang dibutuhkan. Berikut adalah nama-nama yang ikut dalam survey, yaitu Iffah dari level 11, Eko dan aku dari level 9, Ana dari level 8, Fatih dan Badi dari level 7.
Kami berhenti di Pasar Induk, Kramat Jati. Lalu kami ditunjukkan di mana letak kebakaran yang terjadi pada minggu malam. Kami memasuki derah bekas kebakaran melewati sebuah tembok yang membatasi pasar induk dengan pemukiman. Aku merasa agak sedikit terganggu dengan bau yang cukup menyengat dari tumpukan sampah di beberapa pelosok pasar. Lalu setelah melewati tembok tersebut, kami harus menyeberangi aliran sungai melalui jembatan bambu yang cukup membuatku takut kehilangan keseimbangan. Lalu kami menyusuri jalan yang di kiri kanannya adalah rumah warga yang tersusun oleh seng dan kardus. Melihat tempat tinggal yang seperti itu membuatku semakin bersyukur karena telah di berikan tempat tinggal yang layak bahkan lebih dari cukup. Tak jauh setelah menyusuri jalan, terlihat hamparan tanah lapang yang tertutup abu hitam dan puing-puing seng. Abu hitam tebal tersebut masih basah. Begitu rata tanpa sisa satupun bangunan yang berdiri. Pemandangan tersebut membuat hatiku miris. Walau tanah lapang tersebut terlihat tidak terlihat terlalu luas, namun cukup banyak korban yang kehilangan tempat tinggal. Kurang lebih 391 jiwa. Sungguh tak dapat kubayangkan hamparan abu tersebut pernah menjadi tempat tinggal orang sebanyak itu. Kemudian tak jauh diseberang tanah berabu tersebut ada satu tenda hijau yang cukup besar. Tenda itulah yang menampung para korban kebakaran yang kini tidak memiliki tempat tinggal. Lalu kami menuju posko bantuan untuk mendata jumlah korban dan bantuan apa yang dibutuhkan. Setelah semua pendataan selesai, kami kembali ke Pasar Induk. Melewati jalan yang sama. Aku melihat dua bocah bermain di tengah-tengah abu dan puing-puing. Mereka tertawa lepas, tanpa beban. Sedangkan orang tua mereka begitu resah. Kami pun berlalu dari pemukiman tersebut dan kembali ke rumah Kak Riza.
Sesampainya di rumah Kak Riza, kami membeberkan semua informasi yang telah kami dapat.
SELASA, 25 November 2008
Sampai di rumah Kak Riza, pekerjaan sudah menumpuk di depan mata. Banyak sumbangan pakaian layak pakai yang diberikan oleh murid-murid TechnoNatura. Kami mulai memilah-milah pakaian tersbut. Kami menyortir pakaian tersebut ke dalam beberapa kategori seperti pakaian anak-anak, laki-laki dewasa, perempuan dewasa dan lain-lain juga pakaian yang sudah tidak layak lagi untuk diberikan. Perpustakan menjadi begitu sesak, dengan pakaian-pakaian yang menumpuk dan jumlah kami yang cukup banyak.
Semakin lama semakin banyak sumbangan pakaian yang datang dari warga sekitar. Aku merasa senang karena begitu banyak orang yang peduli terhadap korban kebakaran, namun aku juga merasa lelah karena tugas menyortir pakaian tak juga selesai. Namun aku juga agak sedikit kecewa pada beberapa orang yang kurang membantu, karena tugas menyortir pakaian jadi tak kunjung selesai.
RABU, 26 November 2008
Hari ini aku, Aisyah dan Nafisah bergabung di kegiatan level 1 sampai level 5. Namun, tugas kami adalah membantu mentor dalam pelakasanaan outbound. Kami membantu di pos penyelamatan korban banjir yang terletak di kolam renang. Sebelum menuju kolam renang, kami terlebih dahulu membantu murid-murid level 1 sampai 5 membuat tandu darurat.
Setelah membantu membuat tandu, kami menuju kolam renang. Sudah ada beberapa mentor, yaitu Kak Didi, Kak Syami, Kak Arie dan Pak Marhusin ayah dari Raihan. Aku memandang semua bagian kolam renang, biru. Aku merasa menjadi lebih segar, setelah dua hari kemarin yang cukup melelahkan dan membosankan. Tak sabar rasanya kami ingin segera terjun ke dalam kolam. Namun, saat ini bukan tugas kami untuk terjun ke kolam. Kami memang ditugaskan untuk terjun ke kolam apabila ada yang membutuhkan pertolongan. Selain itu, kami membantu Kak Didi untuk menilai kelompok.
Sesampainya di kolam renang, kami melihat dua perahu karet yang cukup besar terparkir di tepian kolam dengan kedalaman 2,5 meter. Melihat keadaan masi lengang, karena belum ada kelompok yang datang, kami langsung masuk ke dalam perahu tersebut. Kami mencobanya berkeliling kolam, mendayung ke depan, berputar ke kanan dan ke kiri. Perahunya begitu kokoh dan seimbang, membuat kami merasa nyaman saat mengendarainya. Saat kami sedang bersenang-senang, datanglah kelompok pertama, yang diketuai oleh Zaid.
Tantangan outbound di pos penyelamatan korban banjir ini adalah pertama, mereka harus menjawab beberapa pertanyaan yang sudah disiapkan di sebuah kertas dalam waktu 2 menit. Setelah itu, mereka harus membawa perahu sampai ke garis batas yang telah ditentukan dan salah satu anggotanya harus ada yang bersedia menjadi contoh korban. Kemudian, mereka yang berada di perahu harus mampu menyelamatkan korban dan mengangkatnya masuk ke perahu. Setelah tantangan tersebut selesai mereka harus meniti tambang yang terbentang menyebrangi kolam. Lalu, mereka juga harus mampu mengembalikan perahu dengan posisi terbalik menjadi posisi semula.
Tak semua mampu melewati rintangan-rintangan tersebut. Kurangnya kekompakan dan strategi kelompok adalah rata-rata penyebab gagalnya mereka melewati rintangan tersebut. Hari menjelang siang, akhhirnya semua kelompok selesai melewati semua pos dan rintangan demi rintangan. Ini adalah saat yang kusuka karena kami diperbolehkan bermain di kolam renang. Tanpa ragu aku langsung masuk ke kolam. wuuiih, senang sekali rasanya, karena sudah lama aku tidak berenang. Rasanya begitu menyegarkan, dan meringankan beban pikiran karena bisa bersenang-senang bersama di kolam renang.
Sekitar pukul setengah satu siang, kami keluar dari kolam dan bersih-bersih sampai pukul setengah dua. Lalu kami kembali ke rumah Kak Riza dan membantu yang lain menyelesaikan tugas yang sempat kami tinggalkan.
Sesampainya di rumah Kak Riza, aku melihat banyak tumpukan kardus di ruang komputer. Aku segera bergabung membantu yang lain. Membungkus kardus yang menggunung dengan kertas kopi. Namun terkadang aku meninggalkan pekerjaanku karena merasa lelah dan kelaparan. Lalu aku kembali lagi dan membantu yang lain. Tak terasa hari semakin malam. Lalu aku pulang ke rumah dengan rasa lelah dan kelaparan.
KAMIS, 27 November 2008
Sesampainya di rumah Kak Riza, aku melihat tak ada lagi tumpukan kardus yang menggunung di ruang computer. Kini ruangan itu terlihat rapi. Ternyata kardus-kardus tersebut sudah terlebih dulu di bawa ke lokasi kebakaran dengan truk. Kami, murid-murid level 6 sampai 11 berkumpul dan diberikan briefing sebelum berangkat menuju lokasi. Kami semua dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setelah briefing kami langsung masuk ke mobil. Terdapat 3 mobil yang membawa kami ke lokasi.
|
|
Aku naik mobil milik Tania bersama Amir, Kak Anis, Ena, Tasya, dan Dwi. Perjalanan terasa panas dan kering karena pendinginnya tidak berfungsi, dan akhirnya kami harus membuka kaca jendela. Perjalanan jadi terasa cukup lama. Akhirnya kami sampai di daerah Kramat Jati. Lalu mobil berbelok ke kiri dan masuk ke Pasar Induk. Setelah mobil terparkir, kami turun. Sinar matahari begitu menyengat. Bau sampah, bau cabai busuk yang dijemur dan bau-bau lainnya bercampur mengganggu penciuman. Kami segera berjalan melewati tembok dan sungai. Lalu, aku memandang ke arah puing-puing bekas kebakaran, sekarang abu dan puing tersebut sudah kering. Tidak seperti saat aku survey pada hari senin.
|
|
|
|
Lalu kami menyusuri jalan dan berkumpul di masjid yang bersebelahan dengan posko bantuan. Kemudian, kami diberi briefing sebentar. Lalu kami diperintahkan untuk menuju posko pengungsi yang letaknya tak jauh dari masjid. Namun, sebelum menuju ke sana, kami harus membawa satu kardus sebagai pemberian secara simbolik. Sesampainya di posko, semua korban kebakaran telah berkumpul menunggu kami. Seorang bapak yang tampaknya dari warga sekitar memberikan sambutan berupa rasa terima kasihnya. Lalu Kak Syami sebagai perwakilan dari TechnoNatura memberikan sambutan singkat. Lalu kami berbaris di depan para korban. Setelah itu kami di bagi menjadi dua bagian. Bagian pertama menuju sebuah rumah warga, untuk membagikan uang untuk anak-anak. Lalu sebagian lagi berbincang-bincang dengan para korban.
|
|
Aku berbincang dengan beberapa ibu-ibu. Mereka begitu ramah menyambut kami. Dan tanpa segan menjawab pertanyaan-pertanyaanku. Mereka menyatakan terima kasih kepada kami. Mereka juga membeberkan keluhan-keluhan mereka. Mereka merasa kecewa pada pengatur dan penyalur bantuan. “ga adil, pelit. Kita ni dari tadi pagi ga dikasih makan. Cuma dikasih mi mentah. Anak saya aja tadi Cuma makan mi mentah itu. Lah gimana mo masak wong ga ada kompornya. Semuanya abis kebakar.” Kata seorang ibu memberikan kritikan terhadap orang yang bertugas di posko. Mendengar pengakuan ibu tadi dan keluha-keluhannya yang lain membuatku merasa sedih, dan tentunya ingin memberikan sesuatu yang lebih lagi. Bahkan ada seorang ibu yang nyaris menangis saat bercerita. Melihat dan mendengarnya seperti itu membuatku semakin sedih dan merasa kasihan. Menurut pengakuan mereka, satu-satunya yang dibutuhkan saat ini adalah uang untuk menyewa tempat tinggal. Mereka lelah tinggal di tenda yang bocor dan hanya beralas terpal. Apalagi tenda yang dipinjamkan pemerintah hanya dapat dipakai seminggu.
Saat aku tanya “terus, ibu udah punya rencana buat ke depannya gimana?” Mereka hanya menggeleng lemas. Aku merasa sangat senang bisa menjadi tempat keluh kesah mereka. Bisa membantu mereka baik dengan bantuan yang bersifat fisik tapi juga moril. Setidaknya aku harap beban pikiran mereka agak berkurang. Pada akhir perbincangan kami, mereka mendoakanku agar aku menjadi orang yang sukses. Aku pun mendoakan mereka agar diberikan kesabaran dalam menghadapi ujian seperti ini. akhirnya aku pun berpamitan dari posko dan kembali ke masjid. Setelah itu solat zuhur lalu pulang. Sungguh pengalaman yang berarti.
Filed under: Uncategorized
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!